WordPress Mobile
10/07/2009 Leave a Comment
just realized wordpress have mobile site. very basic but useful to update short post..you won’t find hyperlnks in it
expLoRing uNiveRsE from tiNy wiNdow
10/07/2009 Leave a Comment
just realized wordpress have mobile site. very basic but useful to update short post..you won’t find hyperlnks in it
08/07/2009 Leave a Comment
pada masa pemilihan presiden, isu ekonomi menjadi salah-satu topik yang hangat diperdebatkan oleh para kandidat, tim suksesnya, para ‘pakar’, komunitas blogger dan tentu saja di tataran warung kopi. Ada yang menyatakan kinerja pemerintah sekarang lebih baik, ada yang menyatakan kinerja yang kurang baik; masing-masing dengan argumen sendiri dan data statistik yang sesuai dengan argumennya masing-masing.
sebagai contoh blog politik politikana memaparkan kinerja pemerintahan SBY/JK dengan analisis bahasannya mudah dan lugas; menurut saya ‘betul’ namun perlu dilihat dengan kerangka ekonomi yang lebih luas. Penafsiran ekonomi memerlukan pemahaman dasar mengenai sistem ekonomi dan indikator-indikator ekonomi yang dignakan sebagai acuan dan struktur perekonomian yang menopang suatu negara.
sebagai misal kesimpulan politikana bahwa harga BBM selama periode 2004-2009 naik 249% adalah 100% betul; namun perlu diingat juga harga konsumen di seluruh penjuru dunia termasuk negara maju (G8), Cina-Vietnam-India, dll naik dari US$ 1/gallon menjadi US$ 3/gallon – tentu saja Venezuela adalah pengecualian karena produksi jauh lebih tinggi daripada kebutuhan domestik, lai dengan Indonesia yang sudah mejadi net importir migas.
Kedua kesimpulan pertumbuhan ekonomi yang disimpulkan bahwa pemerintah gagal perlu di lihat pada konteks ‘how we perform againts other countries’ untuk perspektif tersebut bsa dilihat statistik PDB global pada kurun 2004-2009; saya sendiri agak surprise bahwa Indonesia termasuk paling stabil dan aman dalam mengarungi krisis global, bahkan lebih baik daripada negara ASEAN lainnya termasuk Singapura dan Malaysia.
catatan Politikana bahwa harga bahan pokok selama kurun 2004-2009 naik rata-rata 60% adalah betul, namun jika dihitung per tahun rata-rata adalah 12%.dan kita tahu dampak secara psikologis beda pernyataan 60% dan 12%. barangkali angka yang lebih representatif adalah perubahan PDB per kapita, di mana angka tersebut dinyatakan dalam USD/penduduk sehingga faktor eksternal dan komparasi dengan negara lain bisa diletakkan pada perspektif yang lebih ‘apple to apple’ . Untuk melihat Indonesia dari kacamata yang netral, mungkin bisa dilihat hasil pencarian wolframalpha tentang Indonesia tahun 2004 dan 2008, khususnya mengenai PDB per kapita. Silakan ambil kesimpulan sendiri juga.
isu kencang lain adalah isu mengenai kemandirian ekonomi dan distribusi pendapatan (pemerataan) kue ekonomi, ekonomi kerakyatan. mari kita tengok seara sekilas. kesan saya dalam masa kampanye, yang mengusung tema kerakyatan, menjaanjikan untuk menaikkan subsidi sembako dan biaya hidup pokok (termasuk BBM?), lapangan kerja yang luas – pertanyaan yang muncul di benak saya adalah darimana duitnya? sepertinya memberikan janji yang atas hil yang mustahal meniru ungkapan wak asmuni. indkator internasional perihal tingkat pemerataan adalah indeks GINI, indeks GINI Indonesia tahun 2004 bisa dilihat di sini pada peringkat 57 dunia dengan nilai 0.37, pada tahun 2007 berada peringkat 53 dunia dengan nilai 0.36
kinerja ekonomi Indonesia tidak buruk-uruk amat meski tidak secemerlang negara berkembang lainnya seperti Vietnam, China dan India. dengan tiga kandidat yang ada saat ini, agaknya susah mengharap Indonesia masuk jalur cepat mengejar Malaysia (misalnya) karena secara politis mindset dan frame-work adalah peninggalan masa sebelum reformasi. masalahnya adalah dari kandidat yang ada saat ini, siapakah the safest bet? wallahu alam
11/05/2009 Leave a Comment
pemilihan anggota legislatif sudah usai 9 April lalu, namun baru 10 Mei diumumkan hasilnya. beberapa hal yang dapat dicatat antara lain: pemilih sudah lebih dewasa tapi tidak diimbangi oleh kedewasaan yang sama oleh kontestan dan penyelenggara, pemilih indonesia bergerak dari ‘kanan’ kembali ke tengah; masalahnya partai tengah di isi 4L (Lu Lagi Lu Lagi) yang terbagi dalam 3 kelompok besar (demokrat, golkar, pdip – total 50%) dan 2 kelompok bernuansa abri (gerindra dan hanura – total 10%). partai kanan yang cukup stabil adalah PKS, PAN, PKB, PPP (total 25%).
melihat manuver manuver petinggi partai dalam menghadapi pilpres, tampak kepentingan hitung-hitungan mengenai kepentingan memenangi pilpres dan ego personal lebih mengemuka. nggak kebayang wiranto dan prabowo bisa mendekat, megawati dan prabowo awalnya mendekat, dan kemudian sby dan megawati (OMG – kalau mengingat smesh-smeshan antara ke duanya selama masa kampanye). dan yang paling kentara adalah pekong (pecah kongsi) sby dan jk, yang belum belum genap 5 tahun berslogan ‘bersama kita bisa’ sudah mengambil jalan sendiri-sendiri untuk bersaing. so?
saya sendiri sih tidak berharap banyak atas pemilu 2009 ini whoever will rule, karena mindset parpol dan petingginya kurang lebih sama, meskipun kadarnya ada gradasinya. meski ketua kpk, komposisi dpr, presiden dan kabinetnya ganti nggak bakalan ekonomi tumbuh di atas 6% tanpa membawa inflasi di bawah 5%, kebijakan fiskal dan moneter tidak banyak berubah meski akan terjadi efisiensi (meskipun tidak secepat negara-negara regional lainnya). idonesia tetap akan selamat siapapun pemimpinnya, karena rakyatnya yang kenyal dan ndableg bisa cari hidup sendiri dan tidak banyak protes meski negara kurang mengurus warganya dengan selayaknya.
seperti halnya saya yang berfilosofi…”untung…..” apa pun yang terjadi
04/03/2009 2 Comments
22/02/2009 Leave a Comment
rupanya saya sudah ketinggalan jaman, ketika jalan-jalan ke blog navinot bengong nemu argon nwm yang rupanya diluncurkan oleh hermawawan kertajaya dari markplus. menurut saya ringkasnya nwm adalah marketing one-to-one, peer to peer. pelibatan pelanggan sebagai marketer dan product development; deskripsi lengkapnya bisa dilihat di sini
definisinya sih cukup canggih dan bold seperti segmentasi sudah basi. menurut saya, bukan sudah basi; melainkan tetap relevan hanya saya segmentasinya sudah ke level micro targeting. yang sejalan dengan meningkatnya penetrasi internet ke dalam kehidupan konsumen, dengan teknologi web 2.0 memungkinkan marketer mampu memprofil customer/surfer secara lebih spesifik. jika google mempunyai data base keyword apa yang dicari oleh surfer secara masif mampu menyajikan iklan yang relevan; facebook dengan leverage user yang meroket memiliki potensi untuk menyajikan iklan dengan profil yang sesuai dengan user dan para friend-nya.

jika anda punya akun facebook, sesekali coba ubah detail profil anda, perhatikan bedanya…
28/01/2009 Leave a Comment
kalau saya tanya produk apa yang ngga pernah dipromosikan, minimal diiklankan tapi penjualannya tergolong lima besar bahkan mampu menyingkirkan 2 atau 3 besar pada kategorinya…tahukah anda….
daripada bertanya-tanya lama, baiklah saya sebutkan nama produknya yakni S-Tee dari Sosro, produk ini muncul sekitar 3-5 tahun lalu, sebagai jawaban atas Tekita yang sempat mendesak dan mengancam Teh Botol. Pasar teh siap minum alias RTD tea (Ready to Drink) dalam kemasan botol yang dirintis Sosro yang berhasil meminggirkan perusahaan kelas berat Coca Cola dengan merk-merk Coca Cola, Fanta, Greenspot pada tahun 80an; sehingga secara de facto Teh Botol menjadi leader brand dan leader product dalam segmen minuman ringan.
dalam rangka “mencuri” pangsa Teh Botol, Pepsi Cola meluncurkan Tekita dengan tag line “lebih besar, lebih banyak” yang ditunjang dengan isi botol 330 ml dan rasa yang mendekati Teh Botol (isi 220 ml); dan berdasar pengamatan pribadi yang kurang sistematis, sekitar 5 tahun yang lalu – strategi pemasaran Pepsi Cola tampaknya cukup berhasil. Pada waktu itu di kios-kios pinggir jalan cukup mudah untuk menemukan Tekita jika kita ingin lebih puas minum (lebih banyak) dengan harga yang sama.
kini cobalah meminta Tekita dari kios-kios jalanan, kemungkinan besar sudah sulit sekali. kemungkinan besar pilihan yang tersedia adalah S-Tee kalau ada mencari teh dengan isi lebih banyak. Yang mengherankan adalah saya tidak pernah melihat promosi dan iklan S-Tee; jangankan iklan multimedia (televisi/radio/baliho/poster) iklan di truk angkutannya pun langka, kontras sekali dengan promosi Teh Botol dengan tag line “apapun makannya, minumnya teh botol sosro” yang cukup melimpah. kesannya S-Tee adalah anak haram tapi masih dibutuhkan.
menurut pendapat saya, S-Tee memang dibuat sebagai product-killer (Tekita) dan saya rasa Sosro sukses besar dalam hal ini; soal mengapa “di anak-tirikan” dibanding Teh Botol yang tentunya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi. seolah-olah S-Tee adalah preman yang bertugas menjaga juragannya Teh Botol bermain-main di pasar minuman ringan.
saya teringat dari strategi Sergio Zyman yang mengatakan, “..daripada pasar saya dirongrong pesaing saya, lebih baik perusahaan sayalah yang jadi pesaingnya” (The End of Marketing) …jangan-jangan setelah tugasnya selesai nanti S-Tee kelak akan “dibunuh” oleh Sosro sendiri seperti yang dilakukan Zyman…..
BRAVO!! Sosro, POOR…. Pepsi and Coca Cola
next….coca cola strikes back?…
04/10/2008 Leave a Comment
yesterday I called to bunda asking her how well she is, after a month of physiotheraphy over her legs…Well talking to her now is more to hear her voice which is still as motherly as ever been….with a deep sense of love…and at her current age she want to make sure her childs to be happy either in this fragile world and after….
..posted by siemens S65..on May 6
11/04/2008 Leave a Comment
..in a fragile world .. be us have lil touch to keep tough and lively even with small things..
in perished earth we live by human hatred heart and greed which created war, famine, displaced people, and perished humanity all over the world…mother nature had bring us global warming accompanied with devastating climatic change…
John lennon had imagined “..imagine the world be one..” long ago… and in the one earth..humanity still perished in its various edges…
..there is a lot of us still capable to bring quality as apex of evolution that mother nature had ever created…the highest quality of species and things in universe…the humanity…to fulfill the reasons why human exist..