pileg, pilpres, indonesia
11/05/2009 Leave a Comment
pemilihan anggota legislatif sudah usai 9 April lalu, namun baru 10 Mei diumumkan hasilnya. beberapa hal yang dapat dicatat antara lain: pemilih sudah lebih dewasa tapi tidak diimbangi oleh kedewasaan yang sama oleh kontestan dan penyelenggara, pemilih indonesia bergerak dari ‘kanan’ kembali ke tengah; masalahnya partai tengah di isi 4L (Lu Lagi Lu Lagi) yang terbagi dalam 3 kelompok besar (demokrat, golkar, pdip – total 50%) dan 2 kelompok bernuansa abri (gerindra dan hanura – total 10%). partai kanan yang cukup stabil adalah PKS, PAN, PKB, PPP (total 25%).
melihat manuver manuver petinggi partai dalam menghadapi pilpres, tampak kepentingan hitung-hitungan mengenai kepentingan memenangi pilpres dan ego personal lebih mengemuka. nggak kebayang wiranto dan prabowo bisa mendekat, megawati dan prabowo awalnya mendekat, dan kemudian sby dan megawati (OMG – kalau mengingat smesh-smeshan antara ke duanya selama masa kampanye). dan yang paling kentara adalah pekong (pecah kongsi) sby dan jk, yang belum belum genap 5 tahun berslogan ‘bersama kita bisa’ sudah mengambil jalan sendiri-sendiri untuk bersaing. so?
saya sendiri sih tidak berharap banyak atas pemilu 2009 ini whoever will rule, karena mindset parpol dan petingginya kurang lebih sama, meskipun kadarnya ada gradasinya. meski ketua kpk, komposisi dpr, presiden dan kabinetnya ganti nggak bakalan ekonomi tumbuh di atas 6% tanpa membawa inflasi di bawah 5%, kebijakan fiskal dan moneter tidak banyak berubah meski akan terjadi efisiensi (meskipun tidak secepat negara-negara regional lainnya). idonesia tetap akan selamat siapapun pemimpinnya, karena rakyatnya yang kenyal dan ndableg bisa cari hidup sendiri dan tidak banyak protes meski negara kurang mengurus warganya dengan selayaknya.
seperti halnya saya yang berfilosofi…”untung…..” apa pun yang terjadi